Saturday, November 13

Saturday, November 13, 2010 - No comments

~ Mengguncang Akar ~

@40132, he's going to be MY future, not YOURS.




Duh, Gusti... bukakan matanya.


Banjir bandang di Wasior.
Letusan gunung di Yogyakarta.
Tsunami di Mentawai.
Banjir bandang di Aceh Raya.


There's a lot of things going out there you need to put your concern on,
and life's not revolving under your feet no longer.


Sudahi saja pembicaraan tentang agama.
Toh bukan kita manusia yang berhak menghitung mana pahala dan mana dosa.


Dia, kekasihku, ada di sana...
terjebak badai di suatu tempat antah berantah entah
meninggalkanku berharap cemas pada awalnya, lantas pasrah pada akhirnya.
Dan apakah dia peduli apa agamanya, atau apa agama mereka yang dibantunya?


Tidak.
Dia hanya pergi, hanya menjanjikan akan kembali.
Setelah tuntas tugas, setelah keseimbangan bisa aman dan nyaman.
Dan apakah aku bertanya apa agamanya, atau menghadap ke arah mana dia saat berdoa?


Tidak. Tidak.
Bahkan lelaki yang tidak melafadzkan syahadat pun mengingatkanku untuk lebih taat.
Bukankah itu jauh lebih baik, daripada tidak sama sekali?


Humanity is far more different than religiosity, dear auntie...



Sunday, October 10

Sunday, October 10, 2010 - 1 comment

~ Learned Not To ~

@40132, purnama berganti sabit.




Not to disturb you when you're working.
Not to nibble your ear when we make love.
Not to say 'i miss you' even when i really really do. 
Not to hold your hand when we're walking in public. 
Not to call you 'sweetheart' even when i feel like i want to.
Not to be dependent when you know i can be independent.
Not to remind you about almost everything you have to do.
Not to feed you food even when you don't finish your meal.
Not to discuss about marriage when we haven't even there yet.


Not to be vicious of your mistakes. 
Not to be angry of almost all the promises you cannot keep.
Not to be judgmental about what you like and what you don't. 
Not to be jealous to each and every close friends you treat equally like me.
Not to be bothered about how i want you to love me the way i want to be loved.


Not to ask. 
Not to plan.
Not to keep.
Not to have.
Not to hope.

Not too soon. 
Not too much.
Not too often.


So now i guess you already see how much 'no' that i learned from you, eh?



Thursday, August 12

Thursday, August 12, 2010 - , 2 comments

~ Long Lasting Scar ~

@17510, eksis beda tipis ama narsis dan egois.




Masih pantaskah kita melabeli emosi,
hanya untuk sekedar tahu apa yang sedang terjadi?


Subuh ini aku terisak (lagi) dalam sujudku yang hanya dua kali.
Bukan (lagi) masalah mencari pasangan hati,
ini sesuatu yang aku nggak ngerti.


Kenapa sih...
kalo ada dua orang,
yang satu memperlakukanmu baik sekali sementara yang satu justru buruk sekali,
ingatanmu justru lebih lekat kepada yang memperlakukanmu tanpa kebaikan hati?


Padahal kau baik padaku.
(dan kuyakin pada yang lain pun kau begitu)
Tidakkah kau ingin orang lain memperlakukanmu baik?
(setidaknya dalam dirimu, kau ijinkan mengingat hal yang baikbaik dan bukan sebaliknya)


I'm hopeless, dear.
I cannot compete with the evil version of her just trying to get your full attention.
I cannot say yet whether I'm turning into an angel to get your complete affection.


Tapi aku baik. Padamu. Sungguh.
Dan dia memperlakukanmu buruk. Sangat.
Tidak bisakah setidaknya kau mengingat yang baik dan melupakan yang buruk?


Aku lupa. Manusia lebih akrab dengan luka dan berbagai cara mengobatinya.



Friday, August 6

Friday, August 06, 2010 - 2 comments

~ Personal Prayer for Soulmate ~

@40161, hanya Engkau yang memegang seluruh rahasia.




Dengan segala kerendahan hati, mohon jadikan ia 
lelaki yang baik bagiku, suami yang baik bagiku, ayah yang baik bagi anakanakku.
(pun jadikan aku baik baginya dan membawa kebaikan baginya)


Bila ia baik bagiku dan aku baik baginya,
aku percaya kau punya rencana untuk menjadikan kami dua dalam satu. Selamanya.


Bila ia tak baik bagiku dan aku tak baik baginya,
aku percaya kau punya rencana untuk menemukan yang terbaik bagi kami. Nantinya.


Bukakanlah mata kami bagi semua pertanda.



Friday, August 06, 2010 - No comments

~ Masa Bertanya ~

@40161, nyalang aku jalang.




Tuhan, aku mau nanya...
kenapa ada saatsaat tertentu sebagai manusia
aku ga pengin ada perbedaan di dunia
kalo itu cuma bikin sengsara?


Apa karena kami ga tau apa itu putih kalo ga ada hitam, 
ga tau apa itu mempunyai kalo ga ada kehilangan,
ga tau apa itu benar kalo ga ada salah,
... sementara kami demikian dungu bagiMu sampai ga bisa membedakan itu satu persatu?


Tuhan, aku mau nanya... 
gimana caranya menjembatani perbedaan manusia
dan hidup dengan kedamaian hati karenanya?


Apa harus semua jadi satu warna, satu agama, satu ras, satu suku, 
satu sudut pandang, satu kegemaran, satu kepribadian,
.... sementara Esa itu hanya punyaMu saja?


Aku belajar,
bahwa hidup jauh, benarbenar jauh, lebih rumit daripada mati.
Dan aku belajar,
hanya padaMu aku meminta kemudahan, kekuatan, kebenaran, kedamaian, kebahagiaan.


Maybe that's why you're exist, dear Lord.



Tuesday, August 3

Tuesday, August 03, 2010 - No comments




Kalo ada yang berlaku buruk padamu padahal kamu baik padanya...
daripada capekcapek minta Tuhan membalas keburukannya dengan keburukan juga,
mending minta Tuhan membalas kebaikanmu dengan kebaikan juga.
(dalam porsi lebih banyak, tentunya)



Sunday, August 1

Sunday, August 01, 2010 - 2 comments

[rewrite] QS. 94 - Alam Nasyrah

@40161, hening dini membuatku berani tidur lagi dan bermimpi - seburuk apapun.




Indonesian


Bukankah Kami telah melapangkanmu untukmu dadamu?
Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
yang memberatkan punggungmu?
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguhsungguh (urusan) yang lain.
Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.


English


Have We not expanded to you your chest (Prophet Mohammed)?
And relieved you of your burden
that weighed down your back?
Have We not raised your remembrance?
Indeed, hardship is followed by ease.
Indeed, hardship is followed by ease.
So, when you have finished (your prayer), labor (in supplication).
And let your longing be for your Lord (in humility).



Saturday, July 24

Friday, July 23

Friday, July 23, 2010 - No comments

~ Bosan Sendirian ~

@40161, it takes two to tango but i'm all alone.




Aku lelah terus sekedar jadi tempat singgah
... sebab itu sementara.


Aku ingin jadi rumah tempat istirah
... untuk selamanya.



Monday, July 19

Monday, July 19, 2010 - No comments




If nobody loves you,
you got yourself left to blame for not making yourself lovable.



Sunday, July 18

~ Cahaya Hati ~

@40611, dipikirkan dan dituliskan ketika tidak sedang menjadi diriku sendiri.




Lalu,
rindu hanya sekedar jadi rindu.


Ketika kata berbuih indah di bibirmu,
tapi tak menetap lama dalam hatimu.


Mungkin...
cinta adalah belajar untuk menyalakan lilin dan lentera
yang tentu nyalanya lebih bisa terjaga,
dan bukan menyesali gelap yang muncul kembali
saat percik kembang api akhirnya mati.



Thursday, July 8

Thursday, July 08, 2010 - No comments




Seringkali...
bahkan di depan orangorang yang kau nyaman jadi apa adanya di dekat mereka,
kau tetap harus memasang topengmu.


Belum tentu mereka nyaman dengan dirimu yang apa adanya.



Tuesday, July 6

Pembelajaran Kehidupan





Ada harga yang harus kaubayar, mahal,
untuk menjadi sabar.


Ia tidak menjanjikan untuk selalu mendekatkanmu
dengan mereka yang mengelus kepalamu.
Namun bahkan dengan mereka yang menampar pipimu, 
Ia memastikan engkau akan bertahan
... meski tidak baikbaik saja.



Sunday, July 4

Sunday, July 04, 2010 - No comments




Ketika berbicara dengan sesamanya, mengapa manusia
lebih sedikit mengingat kebaikan orang lain,
lebih banyak melupakan keburukan diri sendiri?



Tuesday, June 29

Tuesday, June 29, 2010 - No comments

~ Empathy ~

@40161, it hurts when you do step on them.




I try to put myself in your shoes
without stepping on your feet.


That's what empathy really are.



Saturday, June 26

Saturday, June 26, 2010 - No comments

~ Ancang-Ancang ~

@40161, we gotta through this together.




Kau mendebarkanku.


Dalam sepi,
hanya jantung dan nadi yang berbunyi.


Kita menemukan rahasia alam semesta
menerka titik jeda di antara
... ada.


Aku ingat kata per kata
getar yang menggelenyar setelahnya...
"Bersiaplah untuk mulai menari melawan irama."


Justru pada masa paling bisu,
bahasa jadi dangkal mengartikan kesungguhanmu.


Kau,
mendebarkanku.



Tuesday, June 22

Tuesday, June 22, 2010 - No comments

~ Kelilipan ~

@40161, selective blindness.




Ternyata selama ini aku bukannya tidak membuka mata,
melainkan sebenarbenar buta.


Tahu apa aku tentang dunia...
kalau aku hanya memilih melihat apa yang ingin kulihat,
mengabaikan yang lainnya?



Monday, June 21

Monday, June 21, 2010 - No comments




Segala sesuatu terasa menyenangkan
... kalau kau tahu bagaimana menikmatinya.



Sunday, June 20

Sunday, June 20, 2010 - No comments




If it is really a good decision,
then supposed to be you would not worry,
whether or not it was the right decision to make.



Saturday, June 19

Saturday, June 19, 2010 - No comments




Kadangkala...
terlalu banyak bertanya justru tidak membawa kita kemana-mana
kalau kita tidak puas dengan jawabannya.



Thursday, June 17

Thursday, June 17, 2010 - No comments

~ Overwhelmed ~

@40161, saat Atlas kebas.




Bayangkan.
Kalau kau bahkan tidak mengijinkan dirimu sendiri 
untuk menanggung terlalu banyak beban,
maka mengapa repot membiarkan orang lain 
meletakkan beban lebih daripada yang bisa kau tanggung, 
di pundakmu?


Bangkit dan katakan "Tidak".



Tuesday, June 15

Tuesday, June 15, 2010 - No comments




Maybe soulmates is the only one who has no difficulties in finding you
even when you seem to lose yourself so easily.



Tuesday, June 15, 2010 - 2 comments

[rewrite] Galaksi Kinanthi - Tasaro GK, 2009

@40161, i can see it's coming but i can do nothing.




Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta;


Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila.


Berhati-hatilah...


Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna.


Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya.


Bersiaplah...


Engkau akan mulai merengek kepada Tuhan.
Meminta sesuatu yang mungkin itu telah haram bagimu.



Friday, June 11

Friday, June 11, 2010 - No comments

~ Salam untuk Mereka yang Sempat Terluka ~

@40161, melepasmu pergi tanpa nyeri.




Tulus kukatakan padamu aku bangga.


Kau melakukan apa yang kausuka.
membantu orangorang untuk hidup lebih baik,
dan bahkan dibayar untuk bisa melakukan itu semua.


Selamat jalan
... sementara,
ya... cinta?


Aku menunggumu. Sampai waktu mengijinkan kita saling memeluk, lagi.


Thursday, June 3

Wednesday, June 2

Wednesday, June 02, 2010 - , No comments

~ Chained ~

@40161, tiada daya.




Adakah kalian mau membagi pengalaman
bagaimana rasanya bila mimpi terhenti di tengah jalan
karena ada sesuatu yang tak terelakkan?


Aku jauh pergi bukan untuk kembali.


It's like you gave me wings,
making me believe that I could fly no matter how hard the wind is
but then you told me that it's illegal to fly far away from you just because you want to be 
... with me always.


That, I should tell you, is so unfair for me.



Tuesday, June 1

Tuesday, June 01, 2010 - 2 comments

~ Prayers ~

@40161, mungkin sengaja.    




Kalau engkau berdoa hanya supaya mendapatkan balasan "Ya."
maka berhentilah.
Sebab bahkan tuhan pun berhak menolak dan berkata "Tidak."


Bukankah tuhan maha pemurah dan maha penyayang?


Ia selalu menjawab semua doa dengan berbagai cara, 
... meski tak semuanya mampu membuat engkau bahagia.



Monday, May 31

Monday, May 31, 2010 - No comments

~ Tak Peduli ~

@40135, don't care even i knew.




Kubutakan mataku kini,
biar lebih jelas kulihat kau nanti.


Telingaku jadi tuli saja,
sebab hanya kau yang kupercaya.


... lagipula seringkali begitu mudahnya panca indera bisa menipu dan ditipu.



Wednesday, May 26

Wednesday, May 26, 2010 - No comments




There is a thin line 
between Understanding and Unconcern
when someone says, "Sorry." and you reply, "Doesn't matter."



Sunday, May 23

Sunday, May 23, 2010 - No comments

~ How Does It Feel to Be a Joker? ~

@40611, empathy is when you've been there done that and in therapy for it.




feminis lugere honestum est, viris meminisse.
Then I shall be the woman remembering her man whose forgotten,
and he shall be the man bearing his woman's grief.



Saturday, May 22

Saturday, May 22, 2010 - No comments

~ Berhenti Bermimpi ~

@40161, setelah sekian lama.




Cala Ibi (Nukila Amal, 2003)
Lalu bapakmu akan berkata, "Bintang tak pernah secantik tampakannya, tak sedekat yang kita duga. Ia cuma penghias panas malam para pemimpi." 
Tapi aku mau terbang. Aku mau menyentuh bintang.


Lalu anakmu akan berkata, "Akan kutukar sepasang dengan seorang, Papa. Mungkin benar katamu tentang aku yang pemimpi dan banyak membuatmu sakit hati."
Aku mau jatuh saja. Asal kau cepat sembuh seperti semula.



Thursday, May 20

Thursday, May 20, 2010 - No comments

~ Handling My Worst ~

@40161, monsternya insyaf. nyengir khilaf.




Suatu ketika, aku menjelma babi hutan buta dengan luka menganga.
Meradang. Menerjang. 
Kencang. Tegang.


Agar dunia tahu,
aku sakit hati lantas sempat memilih mati.


Dan lagilagi...
waktu.
Selalu tak terbantahkan dalam membebat ngilu.


Hidup tampak jauh lebih menyenangkan di belakang sana. Tentu saja, Zeta... tentu saja.
Sebab kau berhasil melewatinya.
Dengan darah dan air mata.


Sementara semua kesakitan yang kupantulkan pada mereka yang tersayang:
kekasihku, sahabatku, keluargaku, pun diriku.
Tetap tinggal. Membekas jelas.


Untuk itu, 
hanya dapat kuucap "maaf" dan "terimakasih".
Kalian tetap bertahan, bahkan ketika aku muak pada diriku yang demikian menyebalkan.


Aku sayang kalian. Sungguh. Selalu.



Wednesday, May 19

Wednesday, May 19, 2010 - No comments

~ Ngersulo ~

@40161, timbang ndagel alungan sisan beleh'en ae.




Gusti... 
urip njaluk enak
kok malah dipulosoro 
sawangane ga ono entek'e.



Wednesday, May 19, 2010 - No comments

~ Another Turn ~

@40161, cuma bisa bilang "nggak" tanpa tahu aku bakal bilang "iya" ke apa.




I keep saying "no" to those who would like me to say "yes"
... without even knowing why.


Good Lord,
only you and I know my readiness to fight in another battle.
At least, give me signs so I can prepare myself: to breathe, to think, to feel, to be.


I am not afraid of commitment. I'm just afraid of being committed to the wrong person.
(or maybe I'm just even afraid of being not committed at all)



Wednesday, May 19, 2010 - No comments

~ Skeptis ~

@40161, babi hutan buta mulai kesakitan setelah nyeruduk kemanamana.




Malam ini di jalan kusempatkan tengadah
... langit memajang bulan setengah.


Aku bahkan tak tahu lagi
apa kita masih berbagi langit yang sama untuk dipandangi,
apa kita masih berdiri di titik yang sama untuk mencintai,
apa kita masih berjalan ke tujuan yang sama.


Aku tak tahu. Aku tak mau tahu.
Tidak saat ini. 
Saat semuanya terlalu sedih dan pedih untuk diinderai.
Tahukah kau? Maukah kau tahu?


Bentangan jarak. Emosi negatif.
Apakah bentangan jarak menciptakan emosi negatif?
Ataukah emosi negatif memunculkan bentangan jarak?


Aku lelah.
Sudahkah kau juga?


Sebab bila iya, untuk apa lagi kita berdua di jalan yang tak lagi sama?



Tuesday, May 18

Monday, May 17

Monday, May 17, 2010 - 1 comment

~ Suicidal Memo ~

@40161, masih di sudut yang sama.




Tidak.
Aku belum bangkit.


Kulihat urat di pergelangan yang menyembulnyembul. Terbayang semua luka, semua darah, semua tangis, semua airmata. Mendadak nadiku jadi terlihat cukup tipis untuk diiris sambil menuntaskan tangis.


Kukatakan padamu,
orang lain hanyalah perpanjangan tanganku untuk menyiksa dan menyakiti diriku sendiri.



Friday, May 14

Friday, May 14, 2010 - No comments

~ Unanswered ~

@40161, when you're in despair you tend to say, "it's not fair."




Waktu berlalu.
Menahun kutunggu.


Bagaimana rasanya jadi istri?
Dicinta dan dimengerti.
Bagaimana rasanya jadi bunda?
Diandalkan dan dipuja.


Aku tak tahu. Itu belum lagi jadi duniaku.
Sampai kini, aku
... mencukupkan diri dan tak meminta lagi.



Wednesday, May 12

Wednesday, May 12, 2010 - No comments




Victory does not lie in how hard you can hit,
but in how hard you can take the hit.



Wednesday, May 12, 2010 - No comments

[sing] Undress Me - Anggun

@40161, setelah meledak dari sesak.




When I can't see right in your eyes. When I'm surrounded in the craziness of time. When your understanding, is trying hard to stand still. When I wear layers of my pride, you should... undress me, undress me. Unlock this chain and set me free. Remind me to be myself. Undress me, undress me. Unleash my heart and make me see, when I become someone else.
Whenever I'm trapped in this tide. When I forgotten that there is YOU and I. When your persuasion is fighting in a blindfold. When I wear my bad moods to my mouth, you should... undress me, undress me. Unlock this chain and set me free. Remind me to be myself. Undress me, undress me. Unleash my heart and make me see, when I become someone else.
Like a rose without its thorn. Like a bird without a song. Like the fire without the flame. If there's a painless love, we wouldn't be the same.
Undress me, undress me. Unlock this chain and set me free. Remind me to be myself. Undress me, undress me. Unleash my heart and make me see. When I become someone else.



Monday, May 10

Monday, May 10, 2010 - No comments




Tidakkah kau benci pada air mata yang mengalir satusatu,
butir demi butir,
seolah menegaskan kesakitanmu?


Tidakkah kau benci melihat dirimu bersedih hati?
Tidakkah kau benci tenggelam dalam genangan air mata yang tiada habisnya?


Tidakkah kau benci?!



Monday, May 10, 2010 - No comments

~ Shattered ~

@40161, pieces by pieces.




I screamed.
I yelled.
I cried.


For you to hear. For the first time.


So I hope you know how to take us more seriously.
Because I'm only human, anyway.



Monday, May 10, 2010 - No comments

~ No Relation in A Relationship ~

@40161, perempuan yang ditinggalkan.




Sabtu malam:
"Malam ini aku ingin denganmu." 
Baru jam delapan. Aku tibatiba menunggu, dan deadline tak lagi nomer satu. Ini malam Minggu, hujan seharian cukup membuatku mengangankan pelukmu. Seperti mimpi aku menyambutmu. Pulang adalah kata yang langka bagi petualang sepertimu. Tapi tak urung kita berdekapan berciuman... entah sampai kapan. Aku tak mau tahu tentang waktu. Sebab waktu biasanya merampas para lelakiku tanpa kenal belas kasihan. Tak peduli aku tertinggal sendirian. 
"Esok pagi aku tidak tergesa pergi. Tidak lagi."


Aku tersenyum (terjemahan manual book sepertiga jadi, senandung meditasi Buddha dan Sufi, vodka Vibe, The Time Traveler's Wife, Facebook, Gibran dan Rumi, Alvin and The Chipmunk Squeakquel, pesan antar Mc'D, separuh Cash, pijat punggung karena kembung... dan kau masih di sini).


Minggu siang:
"Selamat pagi."
Matahari sudah tinggi. Hampir tepat di atas kepala ketika kita terjaga. Ini Minggu, layak untuk dinikmati seharian di kamar saja. Aku bangun linglung karena tak biasanya kau ada. Biasanya kau sudah pergi ketika angin bahkan belum bertiup ke Selatan. Menguapkan mimpimimpiku yang semalam belum genap. Membuatku tak berani berharap. Sebab kau tak menetap. Bahkan sekedar sarapan berdua pun jadi hal langka bagi kebersamaan kita. Teganya waktu yang menggilas kita tanpa kenal ampun. Teganya hidup yang memaksa kita bertahan dalam kesendirian, jauh dari masingmasing.
"Mau kemana kita hari ini?"


Aku tersenyum (kopi dobel tak tandas, Facebook, roti panggang salted-butter, sup makaroni, Yakult, Diatabs, separuh Cash lagi, alunan Celtic Sanctuary dan Natural Therapy, seperempat The Hangover, tidur sore, susu kaleng, luka gores di telunjuk kanan, terjemahan manual book tak tersentuh... dan kau masih di sini).


Minggu malam:
"Ada yang tertinggal."
Jam delapan malam di hari berikutnya. Senyumku hilang dan berganti. Sudut mulutku datar pada awalnya, lalu mengerucut dan kau sadari. Tapi kita tak pernah berteman akrab dengan waktu. Tak bisa seenaknya minta diskon spesial karena kita pelanggan baru. Harusnya aku memang tak pernah beranganangan tinggi. Sebab tinggi sakit jatuhnya nanti. Dan pahit itu kutelan sendiri, bersama asap yang mengabur pelan karena kau pergi, lagi. Aku perempuan, yang kembali ditinggalkan.
"Kau tahu bagaimana rasanya jadi aku."


Aku menangis (terjemahan manual book tinggal separuh, seafood D'Cost bersama batal, Blind tak jadi, Gokana penuh sekali, Treehouse tak baik buat spekulasi, Combo Teppanyaki dan Steak, jus melon segar, teh tawar peredam mulas, percakapan profesi... dan kau sudah tak di sini).


"Tidak! Aku tidak tahu! Aku tidak mau tahu!"
Begitu aku teriak pada malam yang mendadak dingin ketika kau tak ada.
Kulirik sekilas terakhir kalinya, 
kotak rokok kita berjajar di meja: Lucky Strike Menthol dan Lucky Strike Filter.



Sunday, May 9

Sunday, May 09, 2010 - No comments




Being grateful
(at this very moment)
turns me into someone who
has no desire to dream much anymore.



Saturday, May 8

Saturday, May 08, 2010 - No comments

~ Malam Terakhir Pesisir ~

@40161, kita berdua saja dan biar mereka berkata apa.




Kau kudekap, tetap.
... meski warnamu campur aduk berkeriap.
Kau kudekap, tetap.
... terutama ketika dunia terlalu bising dan segala anomali berubah asing.
Kau kudekap, tetap.


Aku memelukmu.
Kau tahu... aku memelukmu.


Dan malammalam sunyi jadi penanda tiap doa yang kubisikkan hingga pagi tiba.
Semoga kita bahagia berdua.


Lainnya? Acuhkan saja. Seperti biasa.



Friday, May 7

Friday, May 07, 2010 - No comments

~ Mimpi Buruk ~

@40161, merinding di pagi hening.




Ternyata semalam itu malam Jumat Kliwon. 
Lebih parah daripada malam Jumat Legi, kalo menurut mitos Jawa. Budhe (panggilan untuk kakak perempuan ayah/ibu) yang bilang begitu waktu aku telpon pagi ini.


Semalam aku mimpi buruk. Mimpi Mbah Uti (panggilan untuk nenek). Mimpi Mbah Uti mati.
Ya... mati. Bukan meninggal. Sebab meninggal lebih manusiawi. Sedang yang kumimpikan semalam tidak layak terjadi.


Padahal dalam dunia nyata, beliau segar bugar. Begitu kata Mama dan Budhe pagi ini lewat telpon, ketika aku langsung mengecek kondisi beliau. Sekedar meyakinkan bahwa itu cuma mimpi. Bunga tidur. Tak ada kaitannya dengan firasat Mbah Uti kondur*.


Aku ingat jelas.
Awalnya aku mimpi jadi anak badung ketika pertama kali pindah sekolah. Ngerjain guru tapi sekaligus disayang semua orang karena otakku cemerlang.
Akhirnya aku mimpi kekasihku akan pergi naik gunung. Aku yang packing kebutuhannya. 
Tengahnya? Ya itu tadi. Mbah Uti mati. 


Setting tempat : rumah Mbah Uti di Mojosari. 
Setting waktu : langit gelap... mungkin senja, mungkin malam, mungkin dini hari.
Tokoh : Mbah Uti, bapak beruban, beberapa pembantu, aku, adik bungsuku yang sekarang tinggal dengan Pakdhe (panggilan untuk kakak lakilaki ayah/ibu).
Mbah Uti sampun sedha. Mbah Uti sudah meninggal... sekitar dua atau tiga minggu lalu. Anehnya, beliau belum dikuburkan dan justru didudukkan di kursi ruang tamu dalam kondisi masih dipocong kain kafan. Membelakangiku, ruang tamu gelap. Duduk di depannya, bapak beruban yang memanggilku dengan panggilan rumah, "Kakak..." Kontan aku berlari ke belakang** dan memanggil para pembantu untuk mengangkat Mbah Uti dan segera menguburkan beliau. Waktu diangkat, ya iya lah... bau daging busuk berumur sekian minggu (maaf, aku ga tega bilang 'bau bangkai'). Kutanya adik bungsuku yang menempati kamar paling depan di dekat ruang tamu***, dan dia bilang memang dia tahu Mbah Uti kondisinya begitu tapi dia ga bilang siapasiapa. 


Masya olooohhh... Gusti nu urang...
"Linglung pulak rupanya otak kau itu, wak!" mungkin begitu akan kumaki adik bungsuku saking gemesnya. Untung mimpiku berlanjut dan beralih topik.


Aku terbangun. Ternyata semalam memang malam Jumat Kliwon.  




* : arti harfiah dari kondur (bahasa Jawa) adalah pulang. kata ini dapat juga digunakan sebagai istilah 'pulang' ke Sang Pencipta.
**, *** : struktur rumah Jawa biasanya berbentuk memanjang ke belakang. terdiri atas 3 bagian utama (ruang tamu, kamar tidur dan agak mendekati dapur ada ruang makan, dapur) yang tiap bagian dipisahkan dengan pintu bukaan ganda. kamar mandi dan sumur, kalau ada, biasanya ada di samping belakang rumah.