Wednesday, December 7

Wednesday, December 07, 2011 - 1 comment

Ingin #1

40161, ternyata kita sama insomnia... 
hanya saja aku mencintainya sedang kau membencinya.


Aku ingin bisu,

agar tak bising telingamu
mendengarku berulang kali mengucap rindu...

Sunday, September 18

Sunday, September 18, 2011 - 1 comment

Elegi Sendiri

40161, aku lelah (di)sembunyi(kan).


Hujan, lagi.

Bau tanah basah.

Masih aku duduk di tepi jendela,

mengamati langit berganti warna.

Mungkin akan kuberanikan diri protes pada Tuhan

bahwa aku bosan melakukan segala sesuatunya sendirian
dan tiba saatnya dimana aku butuh seseorang untuk kujadikan pasangan.

Yang mana?

Tuesday, August 23

Tuesday, August 23, 2011 - , No comments

Jalan Setapak

40161, selamat menikmati perjalanan dan semoga selamat sampai tujuan.


Darah di matanya, nanah di suaranya,
... dan semoga Tuhan belum buta tuli
untuk menyadari Hati adalah bagian terlunak dalam diri manusia 
yang begitu rentan terlukai.

Tapi ini jalan setapak
yang jarang dilewati.
Banyak onak,
pun juga duri.

Dia berbekal iman sebutir debu
bahwa Sang Maha tidak hanya mencipta satu
melainkan berjuta karya, masing-masing sama agungnya.

Tapi ini jalan setapak 
yang jarang dilewati.
Tak banyak cerita beredar
tentang siapa yang bertahan selamat dan mampu kembali.

Dia mungkin saja bertemu serangga beracun, ular berbisa, reranting tajam, bebatuan terjal, lumut pohonan purba, cacing tanah licin, bebauan kayu lapuk, tanah lembab melesak, dan mengambil resiko tak pernah lagi melihat langit serta matahari.
Bukan tak mungkin juga dia berpapasan dengan bajing lincah, serombongan kekupu indah, kilau embun ujung daun, gemericik air terjun, wangi bunga mekar, dan memekik tertahan karena menemukan firdaus yang tersembunyi.

Dengan iman sebutir debu
dia melangkah menuju ketidakpastian... sebab hidup tak pernah bisa dipegang, apalagi dikendalikan.

Yang menjadikannya berbeda dengan para pejalan yang memilih jalan raya,
hanyalah setitik cahaya yang tidak dibiarkannya meredup: bahwa Tuhan bukanlah manusia, bisa saja buta bisa saja tuli.

Sunday, August 7

Sunday, August 07, 2011 - No comments

Losing Faith

@40161, sudah kubilang aku mau.


Aku bisa bertahan sampai tahunan,

karena aku percaya 
pelangi warnanya tak hanya satu, tapi beraneka rupa.

Jadi kalau kamu tega membunuh imanku yang sebutir biji sesawi ini,

maka sama saja dirimu dengan semua yang berkaca mata kuda di luar sana.

Wednesday, June 22

Wednesday, June 22, 2011 - , No comments
"A true friend knows your weaknesses but shows you your strengths,
feels your fears but fortifies your faith,sees your anxieties but frees your spirit,recognizes your disabilities but emphasizes your possibilities."
~ William Arthur Ward

Sunday, June 12

Sunday, June 12, 2011 - No comments

Semester (VI)

40161, catatan setelah tahu L dan P berdekatan di tombol QWERTY.


Semesta sendiri yang memutuskan

ke mana jalan ini menuju.
... cepat atau lambat, mau tidak mau.

Sudah waktunya kita 

mengemasi hati, menyiapkan jawaban, mempertanggungjawabkan alasan.

Bertahun-tahun nanti dari sekarang,

meski jalannya tak selalu sesuai apa yang kita pinta,
kita akan bersyukur atas apapun yang membuat kita lebih bijak menyikapi cinta.

Tuhan tahu, tapi Dia menunggu.

Sunday, June 12, 2011 - No comments

Despair

40161, tahun ini Juli terasa dekat sekaligus jauh sekali.


Tuhan,

bagaimana caranya menyatukan iman dan norma
dalam kesatuan yang bukannya membuat manusia mengucurkan air mata
melainkan mengukir kebahagiaan dalam tawa?

Friday, May 20

Friday, May 20, 2011 - No comments

N.U.M.B

40161, don't know how to react.


Lengang...

yang panjang.

Kuambil jeda,

di bulan kelima. 
Dua tahun menunggu, buatku,
.... terlalu lama.

Tuesday, May 17

Tuesday, May 17, 2011 - 1 comment

Semester (V)

40161, catatan sehabis nelpon putus sambung sebelum (dia) tidur.


Sudah waktunya pindah provider pakai jasa burung merpati,

kalau suara masih kresek-kresek, nat nit nut, dan kita bahkan belum mahir bertelepati.

Monday, May 16

Monday, May 16, 2011 - No comments

Semester (IV)

40161, catatan sehabis makan tahu seuhah jam sepuluh.


Langit sudah berulang kali berganti cerah, berawan, mendung, dan hujan

... masih juga kutunggu engkau datang memberi pelukan saat aku sangat membutuhkan.

Tuesday, May 10

Tuesday, May 10, 2011 - No comments

Knowledge Seed

40161, rasa bahasa muncul seiring kepulan asap.


Ternyata ilmu itu 

memang semacam bibit yang bersemai sementara dalam kepala. 

Harus disebar biar tumbuh menyata di dunia, 

dan biarkan semesta yang mengambil alih perawatannya
...sampai jadi tetumbuhan yang berguna.

Monday, May 9

Monday, May 09, 2011 - No comments

Menginderai Kekasih

@40161, waktu tak pernah mau mengerti, apalagi ditunggangi.


Hai, kasih...
tiba juga masanya.

Saat dimana kau bukan lagi sekedar deretan aksara atau gelombang suara
yang sampai padaku lewat kabel tak kasat mata.
Saat dimana kau bisa melihat langsung ke cerlang mataku
dan menerjemahkan bahasa yang tak dapat ditipu.

Hai, sayang...
datang juga waktunya.

Saat dimana mata, mulut, dan telinga kita berfungsi nyata
bukan sekedar meraba-raba apa gerangan di sana.
Saat dimana jarak bisa sedikit terlipat semu
untuk menjembatani rindu.

Namun ternyata teknologi pun punya keterbatasan...
sebab aku belum menyentuh kulitmu dan mencium baumu dari kejauhan.

Jadi,
cepat pulang ya... 
Kau kunanti,
jangan berlama-lama.

Biar semua indera kita berfungsi seutuhnya.

Thursday, May 5

Thursday, May 05, 2011 - No comments

Sometimes acceptance alone is enough,
especially when there's nothing you can change.

Tuesday, May 3

Tuesday, May 03, 2011 - No comments

Penggerak Pena

@40161, kau bebas mengartikanku, aku tak mau tahu.


Kamu berencana, aku tertawa.

Aku bersulang...
untukmu yang menepuk dada bangga
merasa bahwa hidupku kamu yang punya

untukmu yang mengangkat dagu ke udara
merasa bahwa bahagiaku kamu tahu arahnya

untukmu yang mendenguskan hidung dan memicingkan mata
bagi tiap impian di jalanan penuh tetes darah, bulir keringat, gelak tawa
... maaf, kau tak tahu menahu apa-apa tentangku
walau nyata di tubuh kita mengakar jalur hutan yang sama
silakan pegang pena untuk menuliskan kisahku apapun kau suka.

Kamu berencana, aku tertawa.
Hanya Tuhan yang memegang kartu... di akhir tiap permainan manusia.

Tuesday, May 03, 2011 - No comments

So often what we see as a dead end,
turns out to be a hairpin curve only.

Monday, May 2

Monday, May 02, 2011 - No comments

Perbedaan antara bersikap fleksibel dengan bersikap plin-plan 
terletak pada pondasi yang melandasinya.

Sunday, May 1

Sunday, May 01, 2011 - No comments

Keluh Kesah

@40161, productivity is not equivalent with quality.


Bah.
Puisi-puisiku jadi sampah
... terlalu liat untuk dikunyah!

Sunday, May 01, 2011 - No comments

Yang Membawamu Padaku

@40161, bercerita tentang mimpi.


Seolah nyata.
Hanya air, pada akhirnya, yang membuatmu mengaku
... rindu menetak pada lekuk katup geligimu
yang susah payah kausembunyikan
di balik kata "Tidak!" andalan.

Menjelma mimpi.
Bagai air, pada awalnya, waktu perlahan melaju
kuperciki hatimu tanah kering cadas berkerak
yang dengan bangga kau pertunjukkan
di balik kata "Memang!" andalan.

Beri aku kesempatan
menjadi air mengajakmu mengalir
menembusi bebatuan, membasahi dedaunan, menyejuki pepohonan.

Biar pantai, biar laut, biar lembah, biar gunung, biar gua, biar hutan. 
Di mana saja... sampai ruang tidak berbatas jelas.
Kapan saja... sampai waktu tak berkesudahan.

Aku ingin bercinta denganmu
disaksikan semesta yang tak pernah meragu.

Aku tahu kau menginginkanku,
air matamu yang bilang begitu.

Sunday, May 01, 2011 - No comments

If Only Bed is Woman

@40161, insomnia yang terus mengada.


Mataku mengelabuiku.
Pun demikian telingaku menipuku.

Tak kuasa kuhalau 
lelaki menyelinap di awal pagi
dengan seutas simpul yang sama eratnya sebelum pergi.

Jemariku mengkhianatiku.
Pun demikian bibirku mendustaiku.

Tak sanggup kuhindari
lelaki berdiam di akhir malam
dengan seikat rambutku di genggamannya setelah kembali.

Duh.
Aku butuh tidur tenang malam ini, bangun segar esok pagi,
..... tanpa mimpi yang tak bisa kukenali.

Sebab di dalam sana,
sekian wajah tak bernama
sibuk menjamah tapi lupa mengucap cinta.

Friday, April 29

Thursday, April 28

Monday, April 25

Monday, April 25, 2011 - , No comments

It is better trying to be myself and get lost along the way finding it,
rather than not trying not to be myself at all.

Sunday, April 24

Friday, April 22


You'll know you're someone's best friend 
if they drove hundreds kilometres 
or sent you dozens messages 
just to make sure you're really not alright. 

And as you get older, 
you won't lose many friends... 
but you just realize who the best ones are.

Friday, March 11

Friday, March 11, 2011 - No comments

Your Horo(r)scope

@40161, membacamu saja sudah pilu aku.

It's possible that you're pulling out of a difficult situation now, but things are being left unresolved. You know that soon you'll have to dog deeper for answer and guidance, before you can finish things up.

There may be more immediate things that need your attention, but this situation is something that simply cannot be left alone. The only way you're going to resolve it is to get your hand dirty; you may lose family or leisure time in the process.

You may already have the answer; be willing to speak up when you have the chance.

Friday, January 21

Friday, January 21, 2011 - No comments

Like Mother Like Daughter

@40161, tumpukan tugas ini 
membuatku hanya sempat mengucap "selamat ulang tahun" lewat puisi.


Ingin tahu bagaimana rasanya menjadi Ibu?

Coba lepaskan tangannya, tapi tetap pegang erat hatinya.
Coba turuti keinginannya dan penuhi kebutuhannya
tanpa membuatnya jadi manja.
Coba tutup telinga dan matamu dari keluh kesahnya
tapi rentangkan lenganmu untuk memeluknya.
Coba kunci pintu jika ia pulang terlambat,
tapi selalu sediakan selimut kapanpun ia pulang karena merasa tersesat.
Coba kendalikan amarahmu dan ubah itu jadi belaian lembut di kepalanya,
bukan tamparan keras di pipinya.
Coba cintai dan tangisi setiap baik dan buruk pada dirinya,
meski ia benci dan memaki setiap baik dan buruk pada dirimu.

Coba,
lakukan semua itu.
Mari kita lihat seberapa jauh kau sudah jadi Ibu bagi anak-anakmu...


Want to know how it feels to be a mother?

Try to let go off their hands, but hold still their hearts.
Try to fulfill their wants and needs without making them spoiled.
Try to shut your eyes and ears to their complaints,
but open your arms to embrace them.
Try to lock the door if they come home late,
but prepare the warm blanket if they got lost along the way.
Try to control your anger and convert it
into a soft caress in their heads, not a hard slap in their cheeks.
Try to love and weep for each and every good and bad in them,
no matter how much they hate and yell for each and every good and bad in you.

Try
do all those things.
Let's see how you've become a mother for your children...

Thursday, January 6

Thursday, January 06, 2011 - 2 comments

~ Catatan Penantian ~

@40161, bisa biasa bersedia bersetia.




Hei.
Mari sini.
Belum tamat gurat wajahmu kurabai, dan engkau lagilagi hendak pergi?


Ke mana kali ini?
Ke pulau dimana sinyal tak terjangkau?
Ke benua dimana waktu berselisih sekian lama?


Mengapa tak di sampingku saja
duduk diam menanam pohon cabe ranum
yang bisa dipetik untuk bikin sambel dadak kapanpun suka?
Mengapa tak di dekatku saja
celoteh riang tentang simpul senyum
yang muncul pada bibir sahabat dan kerabat setelah lama tak jumpa?


Mungkin nanti ya...
ketika kau kembali dan punya banyak cerita
mengenai dunia yang kautelusuri penuh rasa ingin tahu
beragam warna di alam semesta yang tak pernah kusimak sungguhsungguh.
Mungkin nanti ya...
ketika aku menyimpan kopi kegemaranmu di laci
tanpa pernah tahu kapan akan kuseduh untukmu atau untuk yang lainnya
sungguh aku belajar sabar membaca peta menghayati perjalanan yang kautempuh.


Tuhan tahu aku menunggu.
Kukira Tuan pun paham itu.



Thursday, January 06, 2011 - No comments

~ pada Binar yang Pudar ~

@40161, tolong tuhan untuk kali ini saja beri aku kekuatan tuk menatap matanya.




Pada hujan sederas apa kan kutemui diriku membatu di bawah jendelamu,
mengharap ambangnya terbuka dan kau memintaku masuk lewat pintu utama?


Ini pena masih basah
meski tak lagi darah jadi tintanya.


Matamu itu, Bung!
Yang dulu kupuja.
Yang kini.... sirna.
Matamu itu, Bung!


Matamu!!!