Thursday, August 12, 2010 -
[Life Lessons],[Love Letters]
2 comments
[Life Lessons],[Love Letters]
2 comments
~ Long Lasting Scar ~
Masih pantaskah kita melabeli emosi,
hanya untuk sekedar tahu apa yang sedang terjadi?
Subuh ini aku terisak (lagi) dalam sujudku yang hanya dua kali.
Bukan (lagi) masalah mencari pasangan hati,
ini sesuatu yang aku nggak ngerti.
Kenapa sih...
kalo ada dua orang,
yang satu memperlakukanmu baik sekali sementara yang satu justru buruk sekali,
ingatanmu justru lebih lekat kepada yang memperlakukanmu tanpa kebaikan hati?
Padahal kau baik padaku.
(dan kuyakin pada yang lain pun kau begitu)
Tidakkah kau ingin orang lain memperlakukanmu baik?
(setidaknya dalam dirimu, kau ijinkan mengingat hal yang baikbaik dan bukan sebaliknya)
I'm hopeless, dear.
I cannot compete with the evil version of her just trying to get your full attention.
I cannot say yet whether I'm turning into an angel to get your complete affection.
Tapi aku baik. Padamu. Sungguh.
Dan dia memperlakukanmu buruk. Sangat.
Tidak bisakah setidaknya kau mengingat yang baik dan melupakan yang buruk?
Aku lupa. Manusia lebih akrab dengan luka dan berbagai cara mengobatinya.
2 comments:
kaka...
*hugs
luka oh luka....
:))
aku trlalu terbiasa dg luka
Post a Comment