Friday, May 7

Friday, May 07, 2010 - No comments

~ Mimpi Buruk ~

@40161, merinding di pagi hening.




Ternyata semalam itu malam Jumat Kliwon. 
Lebih parah daripada malam Jumat Legi, kalo menurut mitos Jawa. Budhe (panggilan untuk kakak perempuan ayah/ibu) yang bilang begitu waktu aku telpon pagi ini.


Semalam aku mimpi buruk. Mimpi Mbah Uti (panggilan untuk nenek). Mimpi Mbah Uti mati.
Ya... mati. Bukan meninggal. Sebab meninggal lebih manusiawi. Sedang yang kumimpikan semalam tidak layak terjadi.


Padahal dalam dunia nyata, beliau segar bugar. Begitu kata Mama dan Budhe pagi ini lewat telpon, ketika aku langsung mengecek kondisi beliau. Sekedar meyakinkan bahwa itu cuma mimpi. Bunga tidur. Tak ada kaitannya dengan firasat Mbah Uti kondur*.


Aku ingat jelas.
Awalnya aku mimpi jadi anak badung ketika pertama kali pindah sekolah. Ngerjain guru tapi sekaligus disayang semua orang karena otakku cemerlang.
Akhirnya aku mimpi kekasihku akan pergi naik gunung. Aku yang packing kebutuhannya. 
Tengahnya? Ya itu tadi. Mbah Uti mati. 


Setting tempat : rumah Mbah Uti di Mojosari. 
Setting waktu : langit gelap... mungkin senja, mungkin malam, mungkin dini hari.
Tokoh : Mbah Uti, bapak beruban, beberapa pembantu, aku, adik bungsuku yang sekarang tinggal dengan Pakdhe (panggilan untuk kakak lakilaki ayah/ibu).
Mbah Uti sampun sedha. Mbah Uti sudah meninggal... sekitar dua atau tiga minggu lalu. Anehnya, beliau belum dikuburkan dan justru didudukkan di kursi ruang tamu dalam kondisi masih dipocong kain kafan. Membelakangiku, ruang tamu gelap. Duduk di depannya, bapak beruban yang memanggilku dengan panggilan rumah, "Kakak..." Kontan aku berlari ke belakang** dan memanggil para pembantu untuk mengangkat Mbah Uti dan segera menguburkan beliau. Waktu diangkat, ya iya lah... bau daging busuk berumur sekian minggu (maaf, aku ga tega bilang 'bau bangkai'). Kutanya adik bungsuku yang menempati kamar paling depan di dekat ruang tamu***, dan dia bilang memang dia tahu Mbah Uti kondisinya begitu tapi dia ga bilang siapasiapa. 


Masya olooohhh... Gusti nu urang...
"Linglung pulak rupanya otak kau itu, wak!" mungkin begitu akan kumaki adik bungsuku saking gemesnya. Untung mimpiku berlanjut dan beralih topik.


Aku terbangun. Ternyata semalam memang malam Jumat Kliwon.  




* : arti harfiah dari kondur (bahasa Jawa) adalah pulang. kata ini dapat juga digunakan sebagai istilah 'pulang' ke Sang Pencipta.
**, *** : struktur rumah Jawa biasanya berbentuk memanjang ke belakang. terdiri atas 3 bagian utama (ruang tamu, kamar tidur dan agak mendekati dapur ada ruang makan, dapur) yang tiap bagian dipisahkan dengan pintu bukaan ganda. kamar mandi dan sumur, kalau ada, biasanya ada di samping belakang rumah. 



0 comments: