Saturday, September 9

Saturday, September 09, 2017 - , No comments

Sesakit Ini, Sesayang Itu

80226, sesakit ini sebab sesayang itu.


Bagaimana bisa ikhlas melepas,
jika yang dikorbankan adalah perasaan?

Tidaklah mudah untuk berserah
pada apa yang pernah indah.
Ketahuilah, Pa...
Sementara jantungmu terus berdetak, 
nyatanya hatiku masih luluh lantak.

Saturday, September 09, 2017 - , No comments

Menghilangkan Kebiasaan Perayaan

80226, replacement or displacement? 


This is me getting used to be alone:
visiting new places, 
taking new pictures,
having new experiences,
enjoying new companies,
creating new memories.

This is me getting sober:
without any ghost of the past 
lingering to haunt every happiness around the corner.

It does not bleed anymore,
yet sometimes somehow it still really hurts. 
But the good thing is,
I know it matters much to simply ignore.

Saturday, August 26

Diskusi Kopi

80234, Kopi Made dengan kawanmu bercerita tentangmu yang tanpamu.


Pada embun yang mengendap di bening kaca, 
barangkali akan kita temukan alasan 
mengapa masih sama tertegun di satu masa harap bermuara.

Ada kalanya Tuhan mempertemukan tanpa terduga,
hanya supaya manusia belajar dengan sadar
bahwa nyata pun sekejap maya:
nikmat dan laknat sekadar perkara 
bertukar sudut pandang antara satu dan lainnya.

Thursday, June 15

Thursday, June 15, 2017 - , No comments
“Jodoh bisa saja diupayakan, 
meski sejatinya kecocokan tak bisa dipaksakan.
Kutipan ini berlaku untuk makanan, juga perasaan.”

Sunday, February 26

Kabar Kopi

80228, Malam Puisi Bali #LovePoetry4 Kopi Kultur Rumah Sanur.


Apa kabar kopimu?
Masihkah dua berbanding satu takarannya,
yang kemudian mendingin dengan sendirinya
karena kau dan aku sibuk berbincang tentang waktu
yang terlewati sambil kita saling merindu bercumbu?

Apa kabar kopimu?
Masihkah sehangat lidahmu yang senang kusambut pulang
dari tiap perjalanan panjang dengan jarak membentang
yang membuat kita tak bisa leluasa saling pandang?

Apa kabar kopimu?
Masihkah bisa dinikmati dalam syahdu beranda sehabis rintik
atau justru sekenanya diteguk terburu-buru, 
sebab jangankan sempat terpuruk bersedih, 
kini hitunganmu bahkan tepat tiap detik?

Semoga kopimu, 
—dan kamu tentu,
baik saja apa adanya,
meski tanpaku di sana.

Barangkali tak mengapa jika kita
berhenti merindu dan tak lagi mencinta 
satu sama lainnya seperti pernah dulu terbiasa.