Monday, November 26

Monday, November 26, 2007 - No comments

~ Lalu Waktu ~

@45363, setelah Bumi berpuisi.




Aku mengutuksumpahi waktu.


Dilepasnya cekal di lenganku,
jadi aku berpacu menderu.


Meski kadang ada satu dua ingatan
yang ingin kusimpan tanpa perlu mendendam.



Saturday, October 20

Saturday, October 20, 2007 - , No comments

~ Terpisah ~

@KuMatte, Yunda tibatiba merasa sendiri tak kutemani.




Apa kiranya yang bisa
membuat ingat jadi lupa?


Tidak jarak... terlalu sepihak.


Aku dan kamu hanya sedang jalan masingmasing,
sebab hidup tak memungkinkan kita selalu beriring.


Tapi tetap... aku rindu.


Tuesday, October 2

Tuesday, October 02, 2007 - No comments

~ Tiada Kuperam Dendam ~

@45363, aku mencintaimu utuh penuh, AgitAgat.




Membaca perempuan kecilmu di masa lalu
membuatku tersadar bahwa di masa kini hanya satu aku bagimu.


Aku tak hendak surat yang besar
Biarlah yang kecil lenyap di luka bakil.


Begini saja cukup...
Hidup dan tetap kaukecup.



Saturday, September 8

Saturday, September 08, 2007 - No comments

~ Menutup Peti Kayu ~

@KuMatte, ada bagianku yang tak bisa diiriskan padamu.
mengapa kau kembali lagi?




Tak bisa tersangkal:
ia demikian cinta padaku
sedang kau berasal dari masa lalu.


Aku tiada berhak menentukan pilihan
, sebab masa depan tak bisa terpegang
dalam getar-getar meradang.



Saturday, September 08, 2007 - No comments

~ Membuka Peti Kayu ~

@KuMatte, tell me whether I bother you or not.



Tak bisa terpungkiri:
aku demikian bahagia kau kembali lagi.
Adakah masa kita belum berakhir?


Atau lagi-lagi harus kau pergi
dan aku menangis di masa kini?



Saturday, September 08, 2007 - No comments

~ Pandora Box~

@KuMatte, atau memang itu tujuanmu?



Diammu tak memberiku penjelasan apapun
selain membuatku makin gemetar menahan debar.
Aku letih, Pak...


Tahuntahun lewat aku bertahan hidup.
Sinarmu tak jua redup,
meski habis kumamah miris yang terus mengiris-iris.



Thursday, September 6

Thursday, September 06, 2007 - No comments

~ Abu ~

@45363, seusai "Kepada Cium".




Dalam hitam aku tenggelam
sukarela menuju peraduanmu.
Membasuh peluh
dan
membiarkan penat beristirahat.


Menjadi tidak setia adalah ketika
kusimpan kecup pada peti kayu tertutup.
Kau masih saja
membuatku mencinta.