@40161, numbing herself again and again.
Biarkan hatiku menjelma batu.
Biar tak lagi berdarah.
Biar tak lagi patah.
@40161, causa prima tempatku menjura.
Ajari aku mencintaimu.
Telah lelah aku
tersesat pada sekian banyak persimpangan,
yang tidak membawaku kemana-mana.
Telah lelah aku
terhenti pada sekian banyak persinggahan,
yang tidak mengantarku kemana-mana.
Ingin kubangun rumahku
dalam tiap khusyuk yang syahdu ketika sujud dan ruku'
dalam tiap tetes air mata yang mengalir ketika tahiyat akhir
... dalam engkau yang ada di dalamku.
Aku ingin berumah padamu.
Ajari aku mencintaimu.
Kekasih teragungku,
padamu kuminta kekuatan untuk bertahan
ketika aku merasa kerdil bagaikan sebutir kerikil.
@40161, sort myself out.
Words I used to know
are running down and keep me on the low.
I don't realize I am alone
until I found out you were gone.
Then why do I kept saying "I hate you" when all I ever meant was "I love you"?
@40161, none of us is superhero - just human beings with a bunch of EGO.
Beritahu aku...
siapa yang semestinya buncah
dan siapa yang semestinya mengalah,
siapa yang semestinya memaki
dan siapa yang semestinya mengerti.
Kita,
akankah terus bersaing memamerkan siapa paling luka karena siapa?
@40161, walk me together to life.
Adakah cara yang paling megah
untuk mengucap kasih yang berlimpah?
Adakah cara yang paling indah
untuk mengucap sayang yang meruah?
Tak ada.
Maka kuucap dengan bahasa paling sederhana yang kukenal di dunia:
"padamu aku cinta."
@40161, yang akan Anda baca adalah efek samping dari candu rindu.
Hell, yeah!
I'm turning myself into a monster.
I thought I love you.
But once again I'm wrong.
And you're wrong... 'cause I'm not that strong.
I'm hurting myself.
Guess now you know what you can save me from.
Myself.
Save me from myself.
Since I'm my own worst enemy.
I'm hurting myself, day by day.
I don't know what else above love that makes me stay.
@40161, you're wrong i'm not that strong.
Mati.
Mati.
Mati.
Mati.
Mati.
Mati.
Mati.
mungkin kalau diucapkan berulang kali, bisa jadi sugesti tidak terjadi. kenapa tujuh? kata mama, sesuai bagi yang sedang rapuh. dua pengulangan terakhir itu istimewa untuk kita berdua, masingmasing satu.
@40161, you never know what's coming for you.
Aku tak perlu cermin
jika hanya ingin merasa yakin.
Telah jelas kulihat darah menggenang, berkubang,
ketika aku nyata terkapar, menggelepar,
pada sisa nafas yang hampir lepas.
Aku tahu aku mati
... kan kuingat benar hari ini.
Kutanggung semua perih, kubendung segala rintih.
Kelak saat ada banyak mata
meminta jawab atas sekian tanya
aku mampu tersenyum secukupnya: duniaku baik saja.
Aku tahu aku mati
... tapi kucari cara untuk hidup lagi.
@40161, berdua saja dengan yang maha.
Pada keterikatan macam apa kaurindu kebebasan?
Senja yang bening.
Panggilanku membuat kuping berdenging.
Maaf,
aku tak tahu lagi bagaimana menjangkaumu
setelah sekian lama tak kaujenguk aku lewat sujudsujudmu.
@40161, sakit? sama. aku juga! tak usahlah kita patut siapa lebih luka dari siapa!
Ah, mungkin engkau lupa...
pernah kaurutuk aku sampai remuk tak berbentuk
ketika aku demikian mendamba peluk.
Uh, pasti aku ingat...
pernah kuperam dendam dalam diam
ketika kau menajam curam.
Kita manusia,
tak luput dari salah dan amarah.
Tapi kaubantah,
engkau manusia... hanya saja lebih tahu segala.
(lantas apa bedanya dengan dewa?)
Iya.
Ambil saja semua.
... lampunya, tirainya, latarnya, soraknya.
Untukmu semua: cumacuma.
Karena kau meminta selalu dipuja.
Sedang aku disimpan dalam gelap dan terpaksa buta,
kau puas bermandikan cahaya.
Padahal kita bisa jalan berdua, bersama.
Jadi terus kuasah belati
kulipat hatihati kusimpan di pergelangan nadi.
Untukmu saja: tak terbagi.
Biar kau mati. Biar aku hidup kembali.
Toh sudah lama aku meniada.
Karena siapa?
Kau... tentunya.
Jangan ditunggu.
Aku akan datang pada tiap mimpi burukmu,
menjelma iblis bengis yang tak pernah kau tahu.
Air mataku membatu.
Kan kupecahkan semua, tepat di tempurung kepalamu, yang juga membatu.