Love is a verb,
not a noun.
@40161, it takes two to tango but i'm all alone.
Aku lelah terus sekedar jadi tempat singgah
... sebab itu sementara.
Aku ingin jadi rumah tempat istirah
... untuk selamanya.
If nobody loves you,
you got yourself left to blame for not making yourself lovable.
@40611, dipikirkan dan dituliskan ketika tidak sedang menjadi diriku sendiri.
Lalu,
rindu hanya sekedar jadi rindu.
Ketika kata berbuih indah di bibirmu,
tapi tak menetap lama dalam hatimu.
Mungkin...
cinta adalah belajar untuk menyalakan lilin dan lentera
yang tentu nyalanya lebih bisa terjaga,
dan bukan menyesali gelap yang muncul kembali
saat percik kembang api akhirnya mati.
Seringkali...
bahkan di depan orangorang yang kau nyaman jadi apa adanya di dekat mereka,
kau tetap harus memasang topengmu.
Belum tentu mereka nyaman dengan dirimu yang apa adanya.
Ada harga yang harus kaubayar, mahal,
untuk menjadi sabar.
Ia tidak menjanjikan untuk selalu mendekatkanmu
dengan mereka yang mengelus kepalamu.
Namun bahkan dengan mereka yang menampar pipimu,
Ia memastikan engkau akan bertahan
... meski tidak baikbaik saja.
Ketika berbicara dengan sesamanya, mengapa manusia
lebih sedikit mengingat kebaikan orang lain,
lebih banyak melupakan keburukan diri sendiri?