Sunday, May 17

Sunday, May 17, 2020 - , No comments

Jalan Sunyi

80226, jalan diri adalah perjalanan sunyi. 


"Perhatian! Perhatian! 
Hati-hati memerhatikan hati, diri manusia yang paling inti!"

Salam sayang, 
pikirku serta rasaku yang sedang lengang.
Apa kabarnya keselarasanmu belakangan ini?

Masihkah sama kuat, 
menanggung sekian penat?
Masihkah sama tangguh,
merawat seluruh rapuh?

Aku baru saja kembali dari perjalanan tak berkesudahan
menuju masa lalu sekaligus masa depan dalam satu putaran.
Tahukah kamu dengan siapa saja aku bertemu sepanjang jalan?

Ada dirimu di masa lalu:
yang riang saat bayi, yang ingin tahu di masa kanak, yang berontak ketika remaja. 
Ada dirimu di masa depan:
yang berhasrat sebagai dewasa, yang tenang semasa lanjut usia.
Sedang di masa kini:
hatimu lenyap meniada, tidak kutemukan di mana-mana. 

Seringkali engkau sibuk menziarahi hantu-hantu masa lalu, 
yang bercokol di belakang kepalamu memberati langkahmu
menyesali apa-apa saja yang sudah tak bisa lagi dibenahi 
sebab berulang kali kaucoba dengan cara yang itu-itu lagi. 

Sesekali engkau sibuk memupuk kecemasan akan masa depan,
yang mengaburkan penilaianmu menghalangi arah pandangmu
merasa takut banyak hal-hal yang tak bisa dikendalikan
sebab berulang kali kauhindari keluar dari zona nyaman.

Seberapa kali engkau sibuk memenuhi ekspektasi dari orang lain di luar sana,
mengabaikan kewarasan kesehatan kesejahteraan diri sendiri lantas demi apa?


Salam sayang, 
pikirku serta rasaku yang mendamba terang,
Apa kabarnya keselarasanmu sekarang saat ini?

Mari duduk sini,
berdiam menghayati hening diri.
Tak perlu berlarian kemana-mana, tak perlu terus berpura-pura, 
tak perlu memaksa bahagia, jika memang kau tak baik-baik saja.

Kelak, setelah berada di sini saat ini 
sudah cukup membuat hatimu lebih berani
percayalah semua baik-baik saja pada waktunya nanti 
kapanpun kau siap melangkah lagi, sebagai dirimu yang terbarui.


Ingatlah, cukup bahwa aku mencintaimu sepenuh diri.

Saturday, May 2