Thursday, August 12

Thursday, August 12, 2010 - , 2 comments

~ Long Lasting Scar ~

@17510, eksis beda tipis ama narsis dan egois.




Masih pantaskah kita melabeli emosi,
hanya untuk sekedar tahu apa yang sedang terjadi?


Subuh ini aku terisak (lagi) dalam sujudku yang hanya dua kali.
Bukan (lagi) masalah mencari pasangan hati,
ini sesuatu yang aku nggak ngerti.


Kenapa sih...
kalo ada dua orang,
yang satu memperlakukanmu baik sekali sementara yang satu justru buruk sekali,
ingatanmu justru lebih lekat kepada yang memperlakukanmu tanpa kebaikan hati?


Padahal kau baik padaku.
(dan kuyakin pada yang lain pun kau begitu)
Tidakkah kau ingin orang lain memperlakukanmu baik?
(setidaknya dalam dirimu, kau ijinkan mengingat hal yang baikbaik dan bukan sebaliknya)


I'm hopeless, dear.
I cannot compete with the evil version of her just trying to get your full attention.
I cannot say yet whether I'm turning into an angel to get your complete affection.


Tapi aku baik. Padamu. Sungguh.
Dan dia memperlakukanmu buruk. Sangat.
Tidak bisakah setidaknya kau mengingat yang baik dan melupakan yang buruk?


Aku lupa. Manusia lebih akrab dengan luka dan berbagai cara mengobatinya.



Friday, August 6

Friday, August 06, 2010 - 2 comments

~ Personal Prayer for Soulmate ~

@40161, hanya Engkau yang memegang seluruh rahasia.




Dengan segala kerendahan hati, mohon jadikan ia 
lelaki yang baik bagiku, suami yang baik bagiku, ayah yang baik bagi anakanakku.
(pun jadikan aku baik baginya dan membawa kebaikan baginya)


Bila ia baik bagiku dan aku baik baginya,
aku percaya kau punya rencana untuk menjadikan kami dua dalam satu. Selamanya.


Bila ia tak baik bagiku dan aku tak baik baginya,
aku percaya kau punya rencana untuk menemukan yang terbaik bagi kami. Nantinya.


Bukakanlah mata kami bagi semua pertanda.



Friday, August 06, 2010 - No comments

~ Masa Bertanya ~

@40161, nyalang aku jalang.




Tuhan, aku mau nanya...
kenapa ada saatsaat tertentu sebagai manusia
aku ga pengin ada perbedaan di dunia
kalo itu cuma bikin sengsara?


Apa karena kami ga tau apa itu putih kalo ga ada hitam, 
ga tau apa itu mempunyai kalo ga ada kehilangan,
ga tau apa itu benar kalo ga ada salah,
... sementara kami demikian dungu bagiMu sampai ga bisa membedakan itu satu persatu?


Tuhan, aku mau nanya... 
gimana caranya menjembatani perbedaan manusia
dan hidup dengan kedamaian hati karenanya?


Apa harus semua jadi satu warna, satu agama, satu ras, satu suku, 
satu sudut pandang, satu kegemaran, satu kepribadian,
.... sementara Esa itu hanya punyaMu saja?


Aku belajar,
bahwa hidup jauh, benarbenar jauh, lebih rumit daripada mati.
Dan aku belajar,
hanya padaMu aku meminta kemudahan, kekuatan, kebenaran, kedamaian, kebahagiaan.


Maybe that's why you're exist, dear Lord.



Tuesday, August 3

Tuesday, August 03, 2010 - No comments




Kalo ada yang berlaku buruk padamu padahal kamu baik padanya...
daripada capekcapek minta Tuhan membalas keburukannya dengan keburukan juga,
mending minta Tuhan membalas kebaikanmu dengan kebaikan juga.
(dalam porsi lebih banyak, tentunya)



Sunday, August 1

Sunday, August 01, 2010 - 2 comments

[rewrite] QS. 94 - Alam Nasyrah

@40161, hening dini membuatku berani tidur lagi dan bermimpi - seburuk apapun.




Indonesian


Bukankah Kami telah melapangkanmu untukmu dadamu?
Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
yang memberatkan punggungmu?
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguhsungguh (urusan) yang lain.
Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.


English


Have We not expanded to you your chest (Prophet Mohammed)?
And relieved you of your burden
that weighed down your back?
Have We not raised your remembrance?
Indeed, hardship is followed by ease.
Indeed, hardship is followed by ease.
So, when you have finished (your prayer), labor (in supplication).
And let your longing be for your Lord (in humility).