Monday, October 13, 2014 -
[Love Letters]
No comments
[Love Letters]
No comments
Yang Dulu
Lelaki yang dulu kepadanya sering kutuliskan puisi,
kini ia tak lagi sibuk mencari-cari.
Masih sama seperti saat kutinggalkan,
ia tak lagi fasih mengeja aksara tetapi justru sibuk menghitung angka.
Kalau memang Tuhan berkehendak menjadikan
aku hanya sebagai batu loncatan,
maka biarkan.
Lelaki yang dulu kepadanya sering kukirimkan puisi,
ia kini mengepak sayap dan terbang tinggi.
Sendiri.