60285, in the end we thought of the beginning.
Jika pelukku
bukan lagi jadi pulangmu,
sudahkah aku boleh risau
ke mana nanti sesatmu menuju?
Jika, dan hanya jika,
ada diantara kita yang pergi tanpa pernah kembali,
maka ingatlah mengapa dulu kau dan aku mengawali.
40135, Tetap Dalam Jiwa - Isyana Sarasvati.
Ada yang sakit,
membuatku berjingkat mengernyit
setiap kali ada penyusup di kepalaku
bilang sesuatu tentang kamu dan aku,
“Dipertemukan oleh keadaan.
Dipisahkan oleh kenyataan.”
Sembilan yang ganjil,
demikian badan kita gigil.
Mengapa harap
tak pernah genap, tak bisa tetap, tak jadi lengkap?
Terkutuklah manusia yang merasa lebih kuasa
dibandingkan Tuhan dan Semesta,
sehingga dengan pongahnya mereka merampas paksa
kemampuan kita untuk tulus berdoa
kelak akan ada keajaiban menyatukan
apa yang tadinya dua beda.
Dengan susah payah langkah kita memisah.
Kita sama saling memalingkan muka,
beranjak asing tak lagi bisa beriring.
Mengumpulkan sabar,
menyangkal ada lubang besar
yang tertinggal dan harus kita tambal.
Aku tak tahu bagaimana kamu...
namun jauh di dalam diriku,
sejak itu, sesuatu membatu.