Tuesday, August 23, 2011 -
[Causa Prima],[Life Lessons]
No comments
[Causa Prima],[Life Lessons]
No comments
Jalan Setapak
Darah di matanya, nanah di suaranya,
... dan semoga Tuhan belum buta tuli
untuk menyadari Hati adalah bagian terlunak dalam diri manusia
yang begitu rentan terlukai.
yang begitu rentan terlukai.
Tapi ini jalan setapak
yang jarang dilewati.
Banyak onak,
pun juga duri.
Dia berbekal iman sebutir debu
bahwa Sang Maha tidak hanya mencipta satu
melainkan berjuta karya, masing-masing sama agungnya.
Tapi ini jalan setapak
yang jarang dilewati.
Tak banyak cerita beredar
tentang siapa yang bertahan selamat dan mampu kembali.
Dia mungkin saja bertemu serangga beracun, ular berbisa, reranting tajam, bebatuan terjal, lumut pohonan purba, cacing tanah licin, bebauan kayu lapuk, tanah lembab melesak, dan mengambil resiko tak pernah lagi melihat langit serta matahari.
Bukan tak mungkin juga dia berpapasan dengan bajing lincah, serombongan kekupu indah, kilau embun ujung daun, gemericik air terjun, wangi bunga mekar, dan memekik tertahan karena menemukan firdaus yang tersembunyi.
Dengan iman sebutir debu
dia melangkah menuju ketidakpastian... sebab hidup tak pernah bisa dipegang, apalagi dikendalikan.
Yang menjadikannya berbeda dengan para pejalan yang memilih jalan raya,
hanyalah setitik cahaya yang tidak dibiarkannya meredup: bahwa Tuhan bukanlah manusia, bisa saja buta bisa saja tuli.
0 comments:
Post a Comment