Thursday, May 6

~ Sederhana ~

@40161, malu aku malu.




Aku malu pada ketabahanmu menjalani hidup:
menerima semua siksa, 
menghalau semua galau,
merengkuh semua musuh.


Dan pada saat yang bersamaan,
engkau padaku masih bisa berkata cinta... kapanpun aku meminta.


Aku malu karena aku seringkali tidak bersyukur dan berbangga
atas engkau dan segala perasaan kecukupanmu yang demikian bersahaja.


Sekali ini saja
(dan mudahmudahan masih ada kali lainnya)
dimana aku bisa merengkuhmu dengan tenang, 
tanpa perlu meradang, 
tanpa perlu bersitegang


... dan berkata pelan, penuh perasaan,
bahwa aku padamu pun cinta. 
Yang sahaja saja.
Tak perlu bermegahmegah. Tak perlu bermewahmewah.



3 comments:

awh... mencintai dengan sederhana memang paling indah :)

termasuk juga cinta orang tua... heuheuheu.