Wednesday, May 05, 2010 -
[Life Lessons]
4 comments
[Life Lessons]
4 comments
~ Peti Harta Karun ~
Pagi ini, kutemu sebuah kotak di sudut mati kamarku.
Ada namaku bersama labelnya: novel, kumpulan cerpen, antologi puisi.
Sudah lama ingin kubuka, karena aku tahu pasti itu adalah sebagian koleksi buku milikku yang memang sengaja kupisahkan. Tidak untuk dipaketkan kemanamana. Tidak untuk disimpan di gudang rumah orang tuaku dan menambah debu yang mungkin membuat Mama kumat asma.
Bukan karena aku menyayangi bukubukuku sama seperti aku menyayangi filmfilmku. Bukan karena aku belum tamat membaca semua tulisan itu. Bukan karena aku pengagum berat novelis, cerpenis, dan penyair yang menulis bukubuku itu.
Aku cuma ingin menyimpan semua kenangan perasaan...
Sebab aku punya kebiasaan. Pada halaman depan, akan kutemui kembali tiap rinci penghayatan yang biasanya akan jadi sebaris atau sebait catatan. Dan catatan pada tiap halaman depan bukubuku itu yang jadi saksi bagiku: betapa aku menangis, betapa aku tertawa, betapa aku terluka, betapa aku mencinta, betapa aku membenci, betapa aku... punya perasaan sebagai manusia.
Dan itu sebabnya, pagi ini,
aku bertingkah jadi bajak laut untuk membongkar peti harta karunku.
Terserak di lantai: sekian puluh buku dari sekian ratus penulis dengan sekian ribu judul. Bahasa mengepul... dari frase, kata, kalimat, bait, paragraf, bab.
Aku kalang kabut. Efeknya gilagilaan. Nafas kembang kempis antara menahan senyum atau menahan tangis. Membaca semua kenangan, mengingat semua perasaan, dan tergeletak hampir pingsan karena serbuan panik dadakan.
Lucu... karena aku tersadar itu semua hanya masa lalu. Sebagaimana aku jatuh, demikian pula aku bangkit. Tidak selalu langsung berlari, tapi paling tidak aku melangkah pergi.
4 comments:
Membongkar peti harta karun kadang bikin aku takjub sendiri dan heran, "aku pernah begini ya?!?!" Sambil ternganga-nganga ga percaya.. hehe.. selamat menikmati hartamu Zeze..
i am enjoying every piece of it, vy...
dan yang lebih parah memunculkan perasaan tidak berdaya adalah ketika kita bongkar peti harta karun kita dan berkata, "aku masih begini ya?!"
ada yang lebih parah Ze kalo aku.. "Ya ampun!! Ternyata dulu gw lebih waras dari sekarang.." hehe..
such pathetic life we have in the present if we say so *nyengir miris*
Post a Comment