Wednesday, April 21

Wednesday, April 21, 2010 - 3 comments

~ Menidakkanmu ~

@40161, masa lalu 15 menit & masa kini 3 menit.




Tega.
Belum habis kueja luka, 
sudah akan kautambahkan mendikte duka?


Iya. 
Aku gudangnya maaf, sedang kau pabriknya khilaf.
Tapi apa itu berarti 
aku tak berhak tersenyum tanpamu kali ini?
Tidak.


Aku memilih pergi. 
Menjalani hidup, dan segala pahit manis yang ditawarkannya, dan merasa cukup. 
Tak perlu masa lalu di jalanku. Tak perlu lebam biru di hatiku. Tak perlu kau di hidupku. 


Tak lagi. Sebab ini masa kini. 
Engkau tak disini. Tak lagi.


(maka terima saja kalau aku bahagia sementara kau nelangsa)



3 comments:

Sebentar biar kulumat dulu...
Karena nanti baru terasa pahitnya..

di tulisanku .. ingin ku tulis.. dedicated to Zeta..
untuk cinta yang menjadi murka karena kau bahagia.. :)

#Tosa
kalau pahit jangan terlalu lama dibiarkan di lidah, pak... kecuali emang kamu punya kecenderungan hobi menyakiti diri sendiri, hihihi.

#Vy
terimakasih, buw... mungkin belum waktunya dia juga bahagia. mungkin nanti, kalau dia sudah bahagia dengan caranya sendiri, murkanya akan binasa dengan sendirinya :)