Friday, September 09, 2016 -
[Life Lessons],[Love Letters]
No comments
[Life Lessons],[Love Letters]
No comments
Buah Tangan dari Kenangan Perayaan
Punggung ini adalah punggung yang sepi,
kembali sendiri menapaki jalanan sunyi.
Pemiliknya mungkin lupa
bagaimana bahagia terasa
...sebab ia lebih akrab dengan kecewa yang dipendam dalam diam.
Sepanjang perjalanan menuju ingatan,
ia berusaha menjadi yang terdepan.
Semata-mata agar tiada sesiapa
sempat melihat tangis tiris di matanya:
luka terbuka nyata.
Ia butuh jenak masa
agar bisa kembali percaya
bahwa karang dan gunung
atau gelang dan kalung
bisa bermakna “Selamanya”.
0 comments:
Post a Comment