Wednesday, April 09, 2014 -
[Life Lessons],[Ultimate Friendship]
No comments
[Life Lessons],[Ultimate Friendship]
No comments
Mengenalimu
Rasanya seperti aku telah menghabiskan seumur hidupku mengenalimu.
Percayalah.
Aku kenal betul perempuan sepertimu.
Bahwa kepalamu sekeras batu dan hatimu dingin membeku.
Betapa bibir mungilmu seringkali merekah basah,
namun mulutmu selalu tajam terasah.
Seperti tak habis kau benci Hidup, kau rutuk Cinta, kau maki Waktu.
Perjalanan dan pengalaman mengajarkanmu satu hal:
pahit getir yang membuatmu nyinyir.
Memang aku kenal betul perempuan sepertimu.
Yang diam-diam memeram dendam, merawat kesumat, menjaga nyala, merentang tegang.
Dalam hatimu, sungguh tak ada celah tersisa yang tak dipenuhi duri.
Engkaulah penyuka cahaya, paling terang dalam sorot menyilaukan.
Engkau tiada henti dipuja, tampil lebih memukau dari kerumunan orang kebanyakan.
Sayangnya, hanya sedikit yang tahu,
bahwa gelap dan sepi yang datang saat engkau ditinggalkan sendirian
dapat membuatmu demikian takut untuk beringsut.
Percayalah.
Telah kukatakan bahwa aku kenal betul perempuan sepertimu.
Rasanya aku demikian akrab mengenalimu.
Dalam cermin, aku bahkan melihat matamu balik menatap padaku.
Kulihat air mata berjatuhan tanpa suara
... ketika berpayah kaulepas topeng yang terlanjut rekat di kulit wajahmu.
Pantas saja,
aku kenal betul perempuan sepertimu.
0 comments:
Post a Comment