Sunday, April 13, 2014 -
[Intimate Relationship],[Life Lessons],[Love Letters]
No comments
[Intimate Relationship],[Life Lessons],[Love Letters]
No comments
Kepada Segala Yang Sempat Lekat
Bukannya aku mulai melupakan.
Hanya saja, aku memilih untuk berhenti mengingat
apa yang telah lama lewat.
Buatku, mungkin juga buatmu,
apa yang pernah kita punya adalah indah.
Tak mewah, memang.
Hanya sekedar kekupu beterbangan di perutku dan denyar di kulitku saat kita bersentuhan.
Entah bagimu,
apa ada beduk bertalu di dadamu dan pening di kepalamu
ketika kita bercumbu.
Namun itu dulu.
Saat kita masih bebas tanpa belenggu dan belum lagi saling cemburu.
Saat kita duduk saling pandang dengan tatapan malu-malu.
Kita belum tahu benar apa itu Cinta,
dengan segala konsekuensi yang dibawanya.
Kita hanya bisa bilang,
kita menikmati setiap waktu dimana kita bisa berdua.
Lalu datang badai.
Apa yang kita kira akan tangguh sepanjang masa
ternyata harus kita relakan porak poranda.
Apa yang kita kira akan berlangsung selamanya
ternyata hanya bertahan sementara.
Saat itu baru aku tahu, tak perlu ada dirimu untuk membuatku bahagia selalu.
Aku tak cukup mencintaimu untuk menukar kebebasan dengan kelekatan.
Aku tak cukup mencintaimu untuk menanggung segala kekhawatiran yang kian bertumbuh
membuatku rapuh.
Kepada segala yang sempat lekat,
engkau perlu tahu
aku memilih untuk berhenti mengingat.
Sebab denganmu,
aku bahkan tak lagi mengenali siapa diriku
aku bahkan hilang arah kemana hendak kutuju
aku bahkan menjelma lugu,
tak tahu ada dunia yang lebih luas daripada kita di luar sana.
Maka baik kiranya, setidaknya buatku,
jika aku melupakan apa yang memang seharusnya jadi kenangan.
0 comments:
Post a Comment