Tuesday, February 2

Tuesday, February 02, 2010 - No comments

~ Set The Devil Inside Me Free ~

@40161, sakit? sama. aku juga! tak usahlah kita patut siapa lebih luka dari siapa!




Ah, mungkin engkau lupa...
pernah kaurutuk aku sampai remuk tak berbentuk
ketika aku demikian mendamba peluk.


Uh, pasti aku ingat...
pernah kuperam dendam dalam diam
ketika kau menajam curam.


Kita manusia, 
tak luput dari salah dan amarah.
Tapi kaubantah,
engkau manusia... hanya saja lebih tahu segala.
(lantas apa bedanya dengan dewa?)


Iya.
Ambil saja semua.
... lampunya, tirainya, latarnya, soraknya.
Untukmu semua: cumacuma.
Karena kau meminta selalu dipuja.


Sedang aku disimpan dalam gelap dan terpaksa buta,
kau puas bermandikan cahaya.
Padahal kita bisa jalan berdua, bersama.


Jadi terus kuasah belati
kulipat hatihati kusimpan di pergelangan nadi.
Untukmu saja: tak terbagi.






Biar kau mati. Biar aku hidup kembali.


Toh sudah lama aku meniada.
Karena siapa?
Kau... tentunya.


Jangan ditunggu.
Aku akan datang pada tiap mimpi burukmu,
menjelma iblis bengis yang tak pernah kau tahu.


Air mataku membatu.
Kan kupecahkan semua, tepat di tempurung kepalamu, yang juga membatu.





0 comments: