Sunday, January 31, 2010 -
[Love Letters]
No comments
[Love Letters]
No comments
~ Halte ~
Ceritakan padaku,
bagaimana rasanya menjadi pejalan
singgah dari satu tempat ke tempat lain tanpa tujuan.
Supaya aku tahu,
bagaimana rasanya bepergian
tanpa beban di pundakmu... ketika yang tampak bagiku hanya menjauhnya punggungmu.
Kuceritakan padamu,
bagaimana rasanya menjadi pelarian
pindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa kepastian.
Supaya kau tahu,
bagaimana rasanya berkejaran
dengan lubang di hatiku... ketika yang tampak bagimu hanya mendekatnya rengkuhku.
Persimpangan:
sementara waktu terhenti
sementara jarak terbatasi.
Bagaimana kita bertukar kisah
tanpa harus bertukar perjuangan air mata dan darah?
Bukan perhentian. Kita hanya saling sapa dalam sebuah cerita pengembaraan.
Jadi,
sebelum ada di antara kita yang pergi mencari kayu
baiknya dipastikan dulu apakah kita sudah punya tungku.
Agar tak terbuang siasia hati kita menantinanti apa yang tak pasti.
0 comments:
Post a Comment