Tuesday, April 1

Perjalanan Tanpa Tujuan

40135, hilang arah.


“Itu jalan panjang berliku.”
Begitu pikirnya waktu pertama kali menapakkan kaki.
Bukan hanya waktu itu, 
sebab sekarang pun masih.

Dulu ia berangkat dengan semangat menyala-nyala, 
sedang sekarang ia harus mati-matian
menjaga apa yang tinggal bara.

Sekian waktu berlalu.
Kakinya sudah perih,
hatinya sudah pedih.

... tapi jalan ini, tiada jua ada ujungnya.

Ia bahkan tak tahu kemana menuju
atau siapa yang kelak menyambutnya
dengan dekapan penuh merindu
serta cangkir hangat di beranda.

0 comments: