Sunday, October 03, 2004 -
[Love Letters]
No comments
[Love Letters]
No comments
~ Aku, Lelaki, dan Sesuatu Bernama Pheromone ~
I Love Him... still and will.
Satu: Aku yang menapakkan kaki memasuki wilayah Lelaki.
Aku hanya perlu datang (mendaki gunung lewati lembah) untuk sampai pada pondoknya.
Apalagi saat tanah basah bekas hujan begini.
Dua: Lelaki yang menuntunku kembali pada Pheromone.
Dua: Lelaki yang menuntunku kembali pada Pheromone.
Aku hanya perlu datang (tanpa perlu dipanggil) untuk mencari peluk.
Apalagi saat rindu itu menguar tanpa diminta.
Tiga: Pheromone itu.
Tiga: Pheromone itu.
Kutemukan lagi di kamar mandi dua kali dua dengan ubin kuning dan kerak tak terurus.
Kutemukan lagi di gantungan baju dengan kaos oblong putih dekil dan jeans belel tak dicuci.
Kutemukan lagi Lelaki.
D I A.
Empat: Aku, Lelaki, dan Pheromone itu.
Empat: Aku, Lelaki, dan Pheromone itu.
Masih saja kami terbelit jaring tak berujung tak berpangkal.
Dan aku mengais tangis di balik bau otentik yang terpatri dalam memori.
0 comments:
Post a Comment