Friday, July 9

Friday, July 09, 2004 - No comments

Tuhan, Saya Manusia Hidup untuk Siapa?

60244, saat kayal².


Tuhan... saya -Manusia- dengan segala keterbatasan kapasitas dalam dirinya, bisa apa ketika dihadapkan dalam sebuah keadaan yang telah Anda tetapkan?

Sebagai manusia yang punya pilihan, saya berterimakasih atas adanya kebebasan untuk bisa merencanakan apa yang hendak saya jalani dengan segala macam resikonya.
Tapi terimakasih juga, Tuhan... mungkin ada baiknya Anda jauh-jauh dari saya sehingga saya bisa menentukan keputusan apa yang akan terjadi dan bukannya hanya diam saat Anda menentukan untuk mengatur semuanya dari atas sana!

Tidak akan pernah ada samanya saat saya berusaha untuk menganalogikan Anda dengan segala keduniawian dan kemanusiaan. Sebab Anda itu bahkan saya tak tahu mortal atau tidaknya. Sebab Anda itu tidak bisa saya perkirakan akan berbuat atau berpikir apa. Sebab Anda -Tuhan- itu causa prima atas segala yang terjadi pada kita. Itupun kalau percaya.

Lantas pertanyaan terbesar saya yang takkan pernah bisa dijawab menggunakan akal manusia adalah : saya -Manusia- hidup untuk siapa kalau dia bahkan tidak bisa bebas menentukan keputusan akan raganya sendiri, tidak peduli sebagus apapun impian yang dibangunnya?

Buat apa Anda bersusah payah menjadikan saya ada di sini dengan akal dengan badan dengan segala potensi yang memungkinkan saya melakukan semua dengan utuh penuh sebagai saya... kalau pada akhir cerita, Anda juga yang akhirnya akan dengan senang hati (apa Anda punya hati?) mengambil alih hak pengambilan keputusan tanpa mempertimbangkan segala daya upaya saya -Manusia- ?

Tuhan, kalau Anda adalah sebuah rahasia... 
maka saya yakin akan mati penasaran tanpa pernah menemukan jawabnya.

0 comments: