Tuesday, June 15, 2004 -
[Life Lessons],[Ultimate Friendship]
No comments
[Life Lessons],[Ultimate Friendship]
No comments
Kembali (Awalnya Membaca, Akhirnya Menulis)
Tolong dibedakan.
Sore ini ada sebuah tulisan mampir tak sengaja ke ranselku.
Sebuah tulisan yang sebenarnya sudah lama ditunggu oleh aku dan teman-temanku.
Lantas aku dihadapkan pada satu kewajiban : membaca tulisan.
Bukan untuk penghargaan atas siapa yang menulis, tetapi lebih pada apa yang ditulis.
Tulisan itu cukup nyentrik.
Kenapa nyentrik adalah karena diawali dengan kalimat yang membuatku cukup mengendalikan diri untuk meluangkan waktu hanya sendirian membacanya.
Tulisan itu juga lucu.
Kenapa lucu adalah karena sebelumnya si pemilik tulisan menyarangkan sebuah pujian "Tulisanmu bagus" kepadaku. Mabuk sedikit boleh lah... soalnya dia adalah orang yang cukup kreatif dalam menulis dan (akhirnya, kali ini!) dia bisa melihat ciri khas tulisanku yang belum banyak tergali di mana estetikanya.
Selanjutnya lucu adalah karena tulisan itu (rasanya) merupakan cuilan-cuilan jawaban dari tulisan terakhirku yang kubolehkan dibaca orang.
Tapi, tulisan itu punya power. Powernya adalah karena tulisan itu ada dan kubaca, jadilah aku disini : malam-malam lari ke warnet dan segera menulis (HORE!).
Terimakasih buat suatu keputusan untuk tidak pernah berhenti menulis. Sebab menulis itu adalah bagaimana membahasakan rasa supaya orang lain bisa mengerti apa yang sedang terjadi dalam diri kita dan meluruskan pikiran tentang kita.
Soal orang lain kurang bisa menerima... well, meminjam bahasa seorang teman,
"Ini kan aku. Belum tentu aku begitu."
0 comments:
Post a Comment